SEJUK PANASNYA SUASANA BARU
Oleh. Agus sufandi ari
Senin 1 september adalah hari dimana aku mulai masuk kampus. Impian yg sejak SMA aku nanti akhirnya telah tiba pada hari itu. Aku adalah seorang pelosok yg hanya bermodalkan tekat dan keyakinan sehingga aku mapu mencapai impian ini.
Malam sebelum hari itu tiba aku menikmati malam yg teramat panjang terasa tidak seperti hari hari biasanya. Seakan malam itu seperti malam yg bernuansakan malam para buronan sabu bukan malam seorang pengantin baru yg pastinya srlalu merasa malam itu hanya sekedar melewati ubun belaka.
Memaksakan diri untuk tertidur justru mata ini mengusik otak"ku hingga aku tidak bisa memejamkan mata. Niatnya si biar pagi cepet bangunin tidurku. Tapi apalah, Mata semakin bening seperti air danau toba yg tak kunjung keruh. Sambil membayangkan bagai mana suasana hari pertama aku ngampus dengan muka muka baru yg pastinya belum pernah aku temui sebelumnya.
Kukkuyuyyuuukk. Lantunan lagu kelompok ayam jantan di setiap penjuru terdengar ditelinga secara bersamaan. Tanpa satu komando mereka membangunkanku dari lelapnya tidur yg aku rasa hanya sementara saja. Karena semalam aku tidak bisa tidur menunggu dan membayang keindahan esok. "Akhirnya aku tidur juga. Meskipun semalam aku jungkrak jungkrik memaksakan diri untuk tidur meski nyatanya malam itu mata tak mau senja. Alhamdulillah". Waktu itu aku sangat bersemangat. Karna tidak biasanya aku langsung menghampiri kamar mandi untuk mandi dan bersiap" untuk otw kampus. Sehabis mandi aku langsung mempersiapkan diri juga perlengkapan tulis yg aku susun rapi dalam tas. Dengan sedikit gugup mempersiapkan diri untuk menjalani hari pertama ngampus yg pasti akan membingungkan dengan adanya tampang tampang baru yg tak permah aku kenal sebelumnya. Tapi kegugupan itu tidak menjadikanku untuk tidak kuliah karena dominnya semangat yg aku miliki.
Saat tsubatsa berlari dengan begitu antusiasnya di lapangan menunggu umpan dari kawan seperti larinya buronan yg dikejar kejar polisi sehingga tak pernah ada bayangan akan nnabrak apalagi terjatuh, itulah aku saking terlalu aemangatnya masuk kampus.
Berselang beberapa watu akhirnya aku tiba di kampus. Tepat di depan fakultas aku berdiri tegap dengan gagahnya seperti panglima TNI pada saat memandu upacara. Dengan mata yg sedikit berkaca kaca sembari membaca huruf demi huruf yg melekat pada dinding bangunan megah terpapar jelas hingga denga mudahnya aku membacanya " FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA" adalah susunan abjad yg terangkai dengan bingkai bingkai yang begitu indahnya hingga membuatku tak sabar untuk segera menasuki bangunan itu dengan sangat hati hati. Ruang kelasku berada di lt.4. No.26. Jadi aku harus naik melewati lantai 2 dan 3. Tidak begitu lama akhirnya aku tiba di depan ruangan yg aku tuju. Tepat didepan pintu aku melihat ke dalam disama sudah banyak mahasiswa yg sudah duduk rapi diatas kursi belajar dengan seragam yg beragam dantidak seperti seragam waktu sma dulu. Perlahan ku ayunkan gagang pintu dan terbukalah pintu itu. Aku masuk dan suasana mulai berubah aku tidak sadar akan tatapan para mahasiswa yg menatapku dengan begitu herannya. Sedikit aku koreksi diri akhirnya aku sadar akan arti tatapan mereka setelah aku masuk dengan pakaian yg tidak stylis itu. Mereka menatapku seakan aku adalah ahlul kahfi yg baru keluar dari gua sejak sekian tahun lamanya. Sebab akan ketertinggalanku dalam dunia stylis. Berhubung aku adalah bagian dari pelosok yg jauh dari kota peradaban era modernisasi. semua itu aku hiraukan karna aku percaya dengan diriku dan yakin akan semangatku yg pasti menyetarai mereka.
Hari pertama sudah aku jalani dengan sedikit penyesalan. Meski dengan sangat berhati hati menjalani hari itu. Tapi perasan itu cepat hilang dari benakku karna kobaran semangat yg aku miliki sebelunnya dan tak pernah berkurang.
Gg. Bunin Cireundeu.
19 April 2017

0 komentar:
Posting Komentar