- QS. Al-Hujurat ayat 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal....
Dari kalimat diatas sudahlah tentu maksud dan tujuan terciptanya suatu perbedaan. Namun kadang kala kita sendiri tidak ingin menjadi pembeda dari setiap perbedaan yg ada. Justru kita ingin selalu berada diposisi yg sama dengan yang lainnya. Dari lahir dan bahkan batin, mereka ingin proporsionalisasikan dengan lingkungannya.
Entah apa dan kenapa alasan itu sudah menjadi cita-cita umum yg semua orang pasti menginginkan hal yang sedemikian. Pernahkah kita merasa iba dengan mereka yg menolak perbedaan. Sedang perbedaan adalah suatu karunia yg orang lain tidak pernah miliki serta peebedaan juga adalah sebagai karunia yg memberi banyak alasan untuk bergaul dengan sesama.
Peradaban seperti inilah yg menyebabkan kehidupan yg tetap dan tak pernah ada perubahan dengan beberapa pembaharuan yg pastinya akan lebih baik dan lebih berarti dari kehidupan yg selama ini kita aplikasikan.
Bagaimana jika seandainya semua menjadi sama rata. Dengan masing masing porsi yg mereka miliki? Tentunya akan mengakibatkan kebuntuan, keanehan dan bahkan kebingungan yg ada pada diri kita.
Sedikit kita ambil contoh dari beberapa fakta yang sudah ada. Yaitu tentang style. Mereka saling beradu nasib dalam berpenampilan karena mereka hanya memahami that penampilan adalah cara utama untuk dipandang diatas rata rata pada umumnya. Sehingga tiada cara lain mereka harus merubah diri dari semua yg mereka anggap tidak pantas itu mereka rubah dengan mengikuti pola yg dominan. Dengan mengikuti idola, baik dari penampilan cara berbicara dan bahkan cara dia berjalanpun ia lakukan. Padahal keadaan yg sudah kita saksikan adalah masalalu yg pasti hal itu akan mengenalkan kita pada pemiliknya. Secara tidak langsung kita hanyalah sebagai konsumen yg juga aktif dalam pemasaran.
Jika kita bisa menciptakan suasana baru tanpa mengikuti budaya orang lain kenapa kita harus mengituti budaya mereka? Kalau mereka bisa menciptakan siang yg membuat orang lain menjadi serba sibuk untuk mempergunakan siang dengan begitu baiknya hanya untuk mencari nafkah dan bermain. Kenapa ngga, untuk kita bisa menciptakan malam tenang dihiasi ribuan bintang yg semua orang tak akan pernah bosan untuk menjadi pemirsa setia yg menyaksikan malam berhiaskan bintang bintang diatas sana. Justru itu lebih indah dan lebih dinikmati orang lain.
So. Mulailah perbadeaan itu dengan cara kita sendiri jangan hanya menjadi konsumen. Bercerminlah dan tersenyum dengan keyakinan bahwa perbedaan yang kamu miliki saat ini adalah impian mereka yg akan menjadi pemirsa dan sekaligus konsumenmu.
Insomniak, 28 04 2017

0 komentar:
Posting Komentar