Agus Sufandi's

Portfolio
Leave a Comment

I(Hwan) & A(Hhwat)


*Hanya saling melontarkan sapa dengan sautan ringan sebelunya!

"Siapa yg benar benar berhak untuk mencari?" Tanya ahwat. "aku, Lelaki!" Sahutnya. Merasa tidak cukup puas dengan jawaban itu, ahwat kembali menyela, "Lantas apakah aku sebagai akhwat harus berdiam diri dengan pasrah menunggu segala bentuk takdir yang nantinya harus ku terima?", Ihwan pun kembali menanggapi, "Tidak! Hanya saja bagian kita berbeda." Mendengar jawaban yang seakan bertentangan dengan kesama rataan manusia, ahwat mencoba menyinggung jawaban sang ihwan itu. "Mengapa kau anggap seakan tuhan membeda-bedakan kita, bukankah kita semua sama?". Karena berfikir bahwa pernyataan sang ihwan disalah artikan, ihwan pun mendekatkan kedua ujung bibirnya dekat telinga sang ahwat, berharap agar jawabannya terdengar utuh di telinga sang ahwat, dan ia pun kembali berucap, "Tunggu! Jangan menuduh saya lancang pada tuhan, hingga kau pun berani menghakimi!"

Ahwat memalingkan mukanya. tak lama ihwan kembali menjelaskan dengan nada semula, "Memang, tugas ihwan itu mencari, maka tugas akhwat cukup menanti, namun yang patut kita pahami, bahwasanya ihwan yang nanti menemukanmu akan sebanding dengan seberapa sabar penantianmu. Sabar tidak hanya menunggu nasib, sabar adalah berdoa, sabar adalah upaya untuk tetap percaya bahwa tuhan tidak akan menghianati kita"
akhwat kembali menyela. "Lantas, apa jaminamu beranggapan demikian?"

Setelah mendengar pertanyaan itu, ihwan langsung pergi, dan meninggalkannya tanpa meninggalkan jawaban, ahwat menjadi bingung dengan sikap ihwan yang tidak seharusnya meninggalkan seorang ahwat yang saat itu membutuhkan kepastian dan kebenaran jawabannya.

Dengan perasaan marah mengingat kejadia saat itu, ia masuk ke dalam rumah dan berharap agar ahwat tidak kembali melihatnya sebab kecewa yang telah di dapatinya.

Tak lama setelah kejadian itu, sang ahwat mendengar suara dari ayat  alquran yang datang dari mushallah samping rumahnya, ahwat mengenali suara itu, bahwa suara itu adalah suara ihwan yang baru saja bersama dengannnya dan juga yang baru saja meninggalkannya. Saat mendengar perpotongan ayat tersebut, spontan sang ahwat mengerti alasan ihwan pergi, ternyata ayat itu telah memberikan jawaban akan pertanyaan yg sedari tadi iya tunggu jawabannya dari si ihwan, sejak saat itu ia menjadi sadar akan hakikat dia sebagai ahwat, yaitu menunggu  adalah hal yang tepat, dan adapun mencari sebagai hak seorang ihwan ia pun sependapat.

Jakarta, 15 Juli 2019
Agus Sufandi Ari
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar