Agus Sufandi's

Portfolio
Madura Punya Mimpi.

Madura pulau hebat yang memiliki sejuta potensi, tidak hanya kaya akan Budaya, kekayaan alampun Madura miliki itu. Tidak hanya kekayaan alamyang berupa, Minyak Gas dan pengjasil Garam, dilain sisi itu masih amat banyak kekayaan beserta keindahannya. Namun kadan kita sendiri sebagai penduduknya sendiri tidak pernah menyadari itu.

Dari berbagai penjuru tingkat nasional Madura adalah termasuk daerah yang sebagian besar tidak dianggap memberi pengaruh terhadap perkembangan perekonomian Negara oleh pemerintah. Karena, SDA yang dimilikinya tidak atau bahkan terbilang sangatlah minim jumlahnya. Hanya sebagai penghasil garam terbanyak yang hingga kini masih/tetap dikonsumsi sebagai kebutuhan oleh masyarakat Nasional begitu pun Internasional yang sebagian besar di ekspor ke tingkat ASEAN, Malaysia, Kamboja, Filipina, Singapura dal Negara tetangga lainnya.

Dengan adanya penduduk Madura yang mayoritas keluar dari daerahnya dan menyebar ke seluruh daerah yang pendapatannya bisa dikatakan lebih mudah dam meningkat, Pemerintah berasumsi bahwa itu adalah bukti bahwa SDA di pulau Madura masih bisa dikatakan belum cukup bisa bersaing di tingkat Nasional.

Apakah dengan menyebarnya penduduk Madura menjadi bukti akan ketidakmapanannya Madura untuk bersaing? Bahwa Madura  adalah sebagai daerah yang memiliki nilai Ekonomi yang rendah? Mungkin kita akan mengatakan hal yang sama jika kita sebagai penduduk Madura hanya melakukan riset terhadap penduduknya saja. Namun ini akan menjadi suatu kesalahan besar yang kita lakukan.

Hal ini pernah disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Generasi Muda Madura (Higemura) Muhlis Ali di Bangkalan pada 16 Februari 2014. Siapa sangka, selain mempunyai garam, Madura juga disebut-sebut memiliki potensi kekayaan SDA di sektor minyak dan gas bumi (migas).Sedikit kita mengaca pada sebagian kecil dari sekian banyaknya kekayaan yang dimiliki. Saya tidak lagi mengambil contoh dari garam, karena selain masyarakat luar sudah mengetahui, mereka juga mengakui akan besarnya nilai produksi garam di Madura.

Dilansir dari Okezone, kekayaan dan potensi SDA yang dimiliki Madura dengan sumber yang valid. Saat ini, Madura dikenal sebagai pulau garam. Dari sisi potensi garam, Madura mampu menyumbang sekitar 70 persen dari kebutuhan garam konsumsi nasional. Sehingga dengan potensi itu, sebenarnya Madura sudah layak menjadi provinsi.Keindahan alam yang begitu menarik perhatian daerah luar untuk menjadi tempat mereka berlibur dan berwisata. Mereka juga mengakui bahwasanya Madura adalah pulau intan yang terpendam dan baru ditemukan. Dan ini yang akan memberikan banyak sekali kontribusi terhadap perbaikan ekonomi negara Indonesia jika misalkan pemerintah mengapresiasi dan ikut serta dalam pembangunan dan pemeliharaan. 

Beberapa permata yang ada sebagian pulau adalah Gili Labak. Yang memiliki keindahan alam yang begitu alami, hingga tak heran jika dibilang sebagai “Taman Surga”, Bukit kapur (jeddih) yang indahnya juga sangat bisa bersaing di tingkat nasional dengan udara yang lebih bersih hingga tak heran jika tourer dan wisatawan menyempatkan diri untuk hinggap di singgasana tanpa memperhatikan seberapa banyak isi dompet mereka yang akan dihabiskan.

Mereka yang menyadari akan keindahannya, tidak akan pernah memperhitungkan materi karena materi bukan hak sebagai Uang. justru  di tempat itulah materi/kekayaan Indonesia yang sebenarnya. 

Madura pada dasarnya memiliki potensi dari sekian bamyaknua aspek yang mendukung baik dari segi perekonomian pendidikan jua budaya. Namun popularitas Madura hingga saat ini masah dikatakan sangat terhambat terhambat. Beberapa seban yang menghambat popularistas ini adalah:

-minimnya media yang yang mendobrak keunggulan Madura yang fokusnya pemberitaan.

-minimnya masyarakat Madura yang mengeksplorasi keunggulannya secara mandiri.

Sebagai penduduk yang sadar akan besarnya peluang yang ada. Tidaklah kita mau menyadari bahwa jika seandainya kekayaan ini kita tekuni maka berapa banyak kekayaan yang akan Madura miliki. Subhanallah. 

Jika memang kekayaan ini dijaga dan di pelihara dengan sedemikian baik. Pun untuk menciptakan lapangan kerja dan membangun beberapa perusahaan untuk perekonomian yang lebih baik tentunya ini akan sangat bisa dan akan menjadi unggulan di tingkat nasional. Selain menjadikan Madura sebagai daerah yang maju dan berkembang juga akan menjadikan Madura sebagai wilayah yang perekonomiannya sangatlah berkembang pesat.

Note. Akankah madura di eksploitasi Negara asing?

Dimana titik kesadaran para pemerinta?

Sedang Negara asing lagi gencar gencarnya menyusun strategi untuk mengekploitasi madura dengan bersedianya menjadi infestor terbesar!

Even if we're different but we're equal

  1. QS. Al-Hujurat ayat 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal....


Dari kalimat diatas sudahlah tentu maksud dan tujuan terciptanya suatu perbedaan. Namun kadang kala kita sendiri tidak ingin menjadi pembeda dari setiap perbedaan yg ada. Justru kita ingin selalu berada diposisi yg sama dengan yang lainnya. Dari lahir dan bahkan batin, mereka ingin proporsionalisasikan dengan lingkungannya.

Entah apa dan kenapa alasan itu sudah menjadi cita-cita umum yg semua orang pasti menginginkan hal yang sedemikian. Pernahkah kita merasa iba dengan mereka yg menolak perbedaan. Sedang perbedaan adalah suatu karunia yg orang lain tidak pernah miliki serta peebedaan juga adalah sebagai karunia yg memberi banyak alasan untuk bergaul dengan sesama.

Peradaban seperti inilah yg menyebabkan kehidupan yg tetap dan tak pernah ada perubahan dengan beberapa pembaharuan yg pastinya akan lebih baik dan lebih berarti dari kehidupan yg selama ini kita aplikasikan.

Bagaimana jika seandainya semua menjadi sama rata. Dengan masing masing porsi yg mereka miliki? Tentunya akan mengakibatkan kebuntuan, keanehan dan bahkan kebingungan yg ada pada diri kita.
Sedikit kita ambil contoh dari beberapa fakta yang sudah ada. Yaitu tentang style. Mereka saling beradu nasib dalam berpenampilan karena mereka hanya memahami that penampilan adalah cara utama untuk dipandang diatas rata rata pada umumnya. Sehingga tiada cara lain mereka harus merubah diri dari semua yg mereka anggap tidak pantas itu mereka rubah dengan mengikuti pola yg dominan. Dengan mengikuti idola, baik dari penampilan cara berbicara dan bahkan cara dia berjalanpun ia lakukan. Padahal keadaan yg sudah kita saksikan adalah masalalu yg pasti hal itu akan mengenalkan kita pada pemiliknya. Secara tidak langsung kita hanyalah sebagai konsumen yg juga aktif dalam pemasaran.

Jika kita bisa menciptakan suasana baru tanpa mengikuti budaya orang lain kenapa kita harus mengituti budaya mereka? Kalau mereka bisa menciptakan siang yg membuat orang lain menjadi serba sibuk untuk mempergunakan siang dengan begitu baiknya hanya untuk mencari nafkah dan bermain. Kenapa ngga, untuk kita bisa menciptakan malam tenang dihiasi ribuan bintang yg semua orang tak akan pernah bosan untuk menjadi pemirsa setia yg menyaksikan malam berhiaskan bintang bintang diatas sana. Justru itu lebih indah dan lebih dinikmati orang lain.

So. Mulailah perbadeaan itu dengan cara kita sendiri jangan hanya menjadi konsumen. Bercerminlah dan tersenyum dengan keyakinan bahwa perbedaan yang kamu miliki saat ini adalah impian mereka yg akan menjadi pemirsa dan  sekaligus konsumenmu.

Insomniak, 28 04 2017


SEJUK PANASNYA SUASANA BARU
Oleh. Agus sufandi ari


     Senin 1 september adalah hari dimana aku mulai masuk kampus. Impian yg sejak SMA aku nanti akhirnya telah tiba pada hari itu. Aku adalah seorang pelosok yg hanya bermodalkan tekat dan keyakinan sehingga aku mapu mencapai impian ini.
     Malam sebelum hari itu tiba aku menikmati malam yg teramat panjang terasa tidak seperti hari hari biasanya. Seakan malam itu seperti malam yg bernuansakan malam para buronan sabu bukan malam seorang pengantin baru yg pastinya srlalu merasa malam itu hanya sekedar melewati ubun belaka.
Memaksakan diri untuk tertidur justru mata ini mengusik otak"ku hingga aku tidak bisa memejamkan mata. Niatnya si biar pagi cepet bangunin tidurku. Tapi apalah, Mata semakin bening seperti air danau toba yg tak kunjung keruh. Sambil membayangkan bagai mana suasana hari pertama aku ngampus dengan muka muka baru yg pastinya belum pernah aku temui sebelumnya. 
     Kukkuyuyyuuukk. Lantunan lagu kelompok ayam jantan di setiap penjuru terdengar ditelinga secara bersamaan. Tanpa satu komando mereka membangunkanku dari lelapnya tidur yg aku rasa hanya sementara saja. Karena semalam aku tidak bisa tidur menunggu dan membayang keindahan esok. "Akhirnya aku tidur juga. Meskipun semalam aku jungkrak jungkrik memaksakan diri untuk tidur meski nyatanya malam itu mata tak mau senja. Alhamdulillah". Waktu itu aku sangat bersemangat. Karna tidak biasanya aku langsung menghampiri kamar mandi untuk mandi dan bersiap" untuk otw kampus. Sehabis mandi aku langsung mempersiapkan diri juga perlengkapan tulis yg aku susun rapi dalam tas. Dengan sedikit gugup mempersiapkan diri untuk menjalani hari pertama ngampus yg pasti akan membingungkan dengan adanya tampang tampang baru yg tak permah aku kenal sebelumnya. Tapi kegugupan itu tidak menjadikanku untuk tidak kuliah karena dominnya semangat yg aku miliki.


     Saat tsubatsa berlari dengan begitu antusiasnya di lapangan menunggu umpan dari kawan seperti larinya buronan yg dikejar kejar polisi sehingga tak pernah ada bayangan akan nnabrak apalagi terjatuh, itulah aku saking terlalu aemangatnya masuk kampus.
     Berselang beberapa watu akhirnya aku tiba di kampus. Tepat di depan fakultas aku berdiri tegap dengan gagahnya seperti panglima TNI pada saat memandu upacara. Dengan mata yg sedikit berkaca kaca sembari membaca huruf demi huruf yg melekat pada dinding bangunan megah terpapar jelas hingga denga mudahnya aku membacanya " FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA" adalah susunan abjad yg terangkai dengan bingkai bingkai yang begitu indahnya hingga membuatku tak sabar untuk segera menasuki bangunan itu dengan sangat hati hati. Ruang kelasku berada di lt.4. No.26. Jadi aku harus naik melewati lantai 2 dan 3. Tidak begitu lama akhirnya aku tiba di depan ruangan yg aku tuju. Tepat didepan pintu aku melihat ke dalam disama sudah banyak mahasiswa yg sudah duduk rapi diatas kursi belajar dengan seragam yg beragam dantidak seperti seragam waktu sma dulu. Perlahan ku ayunkan gagang pintu dan terbukalah pintu itu. Aku masuk dan suasana mulai berubah aku tidak sadar akan tatapan para mahasiswa yg menatapku dengan begitu herannya. Sedikit aku koreksi diri akhirnya aku sadar akan arti tatapan mereka setelah aku masuk dengan pakaian yg tidak stylis itu. Mereka menatapku seakan aku adalah ahlul kahfi yg baru keluar dari gua sejak sekian tahun lamanya. Sebab akan ketertinggalanku dalam dunia stylis. Berhubung aku adalah bagian dari pelosok yg jauh dari kota peradaban era modernisasi. semua itu aku hiraukan karna aku percaya dengan diriku dan yakin akan semangatku yg pasti menyetarai mereka.
     Hari pertama sudah aku jalani dengan sedikit penyesalan. Meski dengan sangat berhati hati menjalani hari itu. Tapi perasan itu cepat hilang dari benakku karna kobaran semangat yg aku miliki sebelunnya dan tak pernah berkurang.

Gg. Bunin Cireundeu.
19 April 2017